oleh

Tim Koalisi Kemenangan RIDHO Goro di sepanjang Median Jalan Jalur Dua Kota Air Molek

Inhu, Detaksatu : Pada hari Minggu (22/11/2020) Tim Relawan Koalisi Keumatan Paslon Bupati dan Wakil Bupati nomor urut 5 (Lima) Rizal Zamzami – Yoghi Susilo (RIDHO) gelar Gotong Royong (Goro) membersikan rumput yang menutup keindahan Median Jalur Dua di Kelurahan Sekar Mawar Kecamatan Pasir Penyu Kab Inhu, Riau.

Tapak Hadir saat kerja bhakti atau biasa disebut Gotong Royong (goro) Ust M Syafaat S Hi (Sekretaris Pemenangan RIDHO), Buya Deki Ersanda (Ketua Relawan RHIDHO) Fauzi SH (Ketua DPK MPI Inhu) beserta Anggota, Askariadi (Anggota Penasehat Relawan Ridho) Pengurus PKBPKS, Koordinator Kecamatan, Koordinator Desa dan Kelurahan se Kec Pasir Penyu, dan Militan Simpatisan Pemenangan Paslon Nomor Urut Lima.

Walaupun masih disibukkan oleh suasana kampanye tidak surut semangat Relawan Ridho untuk melaksanakan kegiatan goro tersebut untuk memanfaatkan hari libur dengan kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat Pasir Penyu.

Saat ini diketahui kondisi jalan jalur dua Air Molek tersebut sudah banyak tumbuh rumput rumput liar yang sangat mengganggu keselamatan bagi kendaraan yang melewatinya.

Ketua Fraksi PKS Inhu Muhammad Syafaat S Hi mengatakan kegiatan ini dilakukan karena ada dalam program Visi dan Misi Paslon Ridho adalah Menata Kota Membangun Desa jadi kerja bhakti atau gotong-royong salah satu bukti paslon nomor urut 5 untuk membuktikan apa yang sudah merupakan programnya untuk menata kota.

Kegiatan ini adalah karakter yang melekat pada setiap diri masyarakat Indonesia. Yang sejak dahulu sebelum masa kemerdekaan telah dipupuk oleh para pahlawan kita.

“Relawan pada intinya siap mengkobarkan semangat patriotisme para pahlawan pejuang kemerdekaan Indonesia. Sikap yang tidak bisa hilang pada pejuang-pejuang kita terdahlu,” ujar Ustad Anggota DPRD Inhu itu.

Selanjutnya Yosi Sukaesih Srikandi MPI Inhu yang juga ikut goro bergabung dengan Relawan Pemenangan Ridho mengatakan berangkat dari semangat untuk memenangkan paslon Ridho berbagai cara sudah dilakukannya disamping melakukan kampaye Dor To Dor kerumah rumah dan kerja bakti ini supaya masyarakat menyakini supaya dapat mengambil hikmahnya.

Lanjut Yosi para pahlawan kita dahulu sudah terbukti menyatukan semangat rakyat melalui pola gotong royong, maka dari mereka lah kita belajar bahwa kita memiliki tujuan yang sama haruslah berusaha dan bekerja sama.

Agar apa yang dicita-citakan kita dapat terwujud, dengan gotong-royong masalah dapat lebih cepat terselesaikan dan lebih cepat untuk diwujudkan apa yang diimpikan yaitu semata untuk kemenangan paslon Ridho.

Gotong-royong yang sudah dilakukan ini seperti menghipnotis manusia untuk melakukan hal yang berat menjadi ringan. Dengan gotong-royong pekerjaan yang sangat berat akan terasa lebih ringan karena dikerjakan secara bersama-sama.

Dari gotong-royong kita bisa memenangkan paslon yang didukung salah satu contoh seperti merebut kemenangan kemerdekaan Negara kita.

Lebih jauh lagi kata Yosi, sifat individualisme muncul karena masyarakat Inhu beberapa dekade ini semakin tidak menfilter hal-hal yang masuk ke daerah ini apakah bermanfaat atau tidak.

“Seperti masuknya budaya kebarat-baratan yang membuat masyarakat Indonesia khususnya Inhu merubah pola hidup,pola pikir bahkan perilaku sehari-hari mereka yang hanyut tanpa ada manfaatnya” pungkas Srikandi MPI itu.

Laporan Editor

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru