oleh

Rio Syaputra, Program Drs HR Thamsir Rachman Mantan Bupati Inhu Bisa Dijadikan Momentum Memimpin Bagi Paslon Cakada

Inhu, Detaksatu : Peria Jebolan Universitas Riau, Rio Syaputra Foto Grafer Relawan RIDHO angkat bicara setelah berpetualang kesetiap sudut negeri Inhu saat Kampaye Dialogis mendampinggi Cabup dan Cawabup Paslon Nomor Urut 5 (Lima).

Pertanyaannya kenapa dulu Bupati Drs HR Thamsir Rahman MM bisa membangun begitu banyak jembatan di Inhu.
Sehingga sang Raja tersebut sampai dijuluki ‘Bupati Seribu Jembatan’.

Ya, karena problem Inhu saat itu adalah keterisoliran. Banyak Daerah Aliran Sungai (DAS) terutama dipedesaan yang terisolasi karena minim Akses Insfratuktur. Terutama Desa-desa yang dibelah oleh sungai Indragiri. Di kampung-kampung yang dihuni para Encik Encik dan Puan Puan Melayu.

Karena keterbatasan akses berakibat rakyat susah membawa hasil alam untuk dijual di pasar karena Mobilitas serba terbatas.

Maka itulah Pemimpin yang Karismatik dan Bersahaja Pak HR Thamsir Rahman dalam program pembangunannya banyak membangun jembatan-jembatan guna untuk membuka isolasi itu.

Semenjak habis masa jabatan sang raja saat ini, problem besar Indragiri Hulu ialah masih banyak ditemui kerusakan insfratuktur jalan. Persoalan jalan yang buruk menghambat kemajuan Inhu  selama satu dekade ini.

Lanjut Alumni UR jurusan Ilmu Komunikasi itu, saya sudah menempuh ribuan kilometer Inhu yang luas ini. Mendatangi ratusan titik kampanye bersama calon bupati Rizal Zamzami (Ferry Gasper) ataupun cawabup Yoghi Susilo. Mendengar langsung keluh-kesah masyarakat.

Yang sangat dominan keluhan setiap dikunjunggi adalah problem besar masalah Jalan.

Dan ini fakta. Realitas. Terpampang nyata. Ada Dokumentasinya. Baik foto maupun video.

Maka, seorang pemimpin selalu menemukan momentumnya. Hadir di saat dan waktu yang tepat.

Dan mungkin kali ini menjadi momentum Bang Rizal Zamzami dan Mas Yoghi Susilo apabila nanti diamanahkan jadi bupati inhu bisa mewujudkan perubahan di tanah kampung halamannya sendiri.

Dibuktikan Seperti halnya Pak HR Thamsir Rachman, Rizal Zamzami dan Yoghi Susilo pun tak mau sekadar mengabdi dan melayani. Tapi juga ingin berkarya untuk Inhu yang lebih baik.

Dan slogan “membangun desa” yang didengungkan Rizal Zamzami dan Yoghi Susilo tak sekadar frase. Tak lahir hanya sebagai mimpi hampa dalam satu malam. Ridho merupakan ruh dan semangat. Lahir dari realitas dan problem Inhu hari ini. pungkas Rio Syaputra.

Laporan Editor

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru