oleh

Petahana Unggul, Berikut Penjelasan Jhony Charles soal Pencalonannya Pada Pilkada

Rokan Hilir, detaksatu.com – Pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) yang akan dilaksanakan 9 Desember 2020 mendatang, diprediksi akan ada 3 atau 4 pasangan calon.

Menanggapi itu, salah satu Bakal Calon yang akan maju sebagai Bupati, Jhony Charles, BBA, MBA mengatakan, ia belum bisa memastikan menggunakan partai apa ia akan bertarung melawan petahana.

“Partai Nasdem belum menentukan sikap, apakah akan bertarung dengan mengusung kader atau berkoalisi dengan incumbent,”kata pria lulusan salah satu universitas di Amerika Serikat itu, Kamis, (18/6/20) kepada wartawan.

Jhony menyatakan bahwa Partai Keadilan Sejatera (PKS) sudah tertarik dengannya. Dan saat ini Partai tersebut menunggu pasangan yang akan ia ajak berduet pada Pilkada serentak tersebut.

“Jujur, kondisi politik berubah-ubah. Peluang menang itu saya lihat semakin hari semakin mengerucut antara saya menjadi wakilnya incumbent atau lawan politiknya head to head,”bebernya.

Lebih lanjut Jhony menyampaikan, ia mengaku sudah meminta kepada pimpinan partainya untuk menyandingkan dirinya dengan petahana karena menurutnya, untuk menang harus berduet.

“Saya sudah blak-blakan dengan pimpinan partai saya, minta bantu duetkan saya dengan petahana. Kalau tidak bisa tak apa-apa, biarlah saya tidak jadi apa-apa. Saya lebih baik menunggu 2024,”bebernya lagi.

Permintaan itu lanjut Jhony bukan tanpa sebab, secara survei yang dilakukan oleh 4 lembaga survei, petahana unggul jauh dibandingkan dengan calon-calon lainnya. Ia berharap calon lain sadar diri.

“Melawan incumbent itu tidak mudah. Secara survei dia unggul. Melawan petahana harus head to head, jangan banyak calon. Kalau saya lebih memilih berpasangan daripada melawan,”bebernya.

Jika ada 4 pasang kata Jhony, mustahil incumbent kalah. Solusinya head to head. Namun sebutnya, untuk menciptakan head to head sangat sulit karena masing-masing calon miliki egosentrisme yang cukup tinggi.

“Maju bukan untuk coba-coba, tapi maju untuk menang,”ujarnya. Berpolitik itu sambung Jhony harus realistis, calon-calon lain harus akui keunggulan incumbent meskipun orang banyak mengatakan begini begitu.

“Bukan mendahului tuhan, kalau 3 atau 4 pasang, sulit incumbent kalah,”ujarnya lagi. Tambahnya, jika ia dipasangkan oleh partai dengan calon yang satu Kecamatan dengannya ia lebih memilih tidak maju.

“Kalau tidak sama incumbent atau head to head saya tak mau. Saya lebih baik jadi pengurus partai saja, buang tenaga dan buang pikiran,”ungkapnya seraya mengatakan lagi lawan incumbent tidak mudah.

Terkait dengan Partai Amanat Nasional (PAN) yang sudah memberikan dukungan kepada pasangan Suyatno-Jamiluddin (Sudin), Jhony tak menghiraukan hal tersebut karena Suyatno belum umumkan pasangannya secara resmi.

“Sah-sah saja namanya Partai Politik. Yang jelas Incumbent (Suyatno) belum umumkan wakilnya secara resmi. Jadi klaim-klaim itu hal yang bisa,”pungkas Ketua Umum (Ketum) Generasi Pesona Indonesia (Genpi) Rohil itu.

Laporan : Sutrisno

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru