oleh

Atlit Padang Juarai Turnamen Biliar 9 Ball Point K Payakumbuh

Pekanbaru, Detaksatu : Alit biliar Persatuan Olahraga Biliar Seluruh Indonesia (POBSI) Padang, Toriq Abudan, juarai Turnamen Handicap 9 Ball yang diselenggarakan Rumah Biliar Point K Biliar Payakumbuh, Sumatera Barat (Sumbar).

Turnamen yang diselenggarakan selama 3 hari mulai 13 hingga 15 Maret 2020 dan dibuka lansung oleh Ketua harian POBSI kota Payakumbuh, Ade Vianora ini, juga diikuti oleh atlit dari 3 Provinsi di Sumatera, yaitu Sumbar Riau dan Jambi. Dimana Toriq keluar sebagai juara pertama (1) setelah berhasil mengalahkan Atlit POBSI Payakumbuh atau tuan rumah, Indra putra di babak Final dengan score 7-6 yang jatuh sebagai Juara dua (2). Sedangkan untuk Juara 3, di raih oleh Atlit asal Riau, Martias Pratama dan Semi Finalis satu (1) yang juga di raih oleh Toriq.

Ketua Panitia Turnamen, Kevin yang juga didampingi Ketua Pelaksana Turnamen, Roberto Rivelino mengatakan, turnamen ini merupakan turnamen ke sekian kali diselenggarakan Rumah Biliar Ponit K Payakumbuh yang juga di dukung lansung oleh Pobsi Payakumbuh, KONI Kota Payakumbuh serta Pobsi Sumbar selaku induk organisasi biliar. Sedangkan tujuannya selain mengasah dan meningkatkan kemampuan atlit dalam bertanding, juga merupakan ajang mencari bibit baru di bidang olahraga biliar.

“Untuk itu, kita berharap turnamen ini bisa menjadi momen berharga bagi atlit untuk menjadi atilit berprestasi dan menuju iven-iven besar dimasa akan datang. Baik ditingkat nasional maupun internasional,” kata Kevin.

Kevin juga menambahkan, jika turnamen ini juga dalam rangka menuju Porprov Sumbar tahun 2020 yang akan dilaksanakan akhir gahun depan. Maka itu sebagai panitia dan juga penyelenggara ia sangat berterimaksih kepada seluruh pihak terkait yang telah berpartisipasi dalam penyelenggaraan turnamen bisa berjalan dengan sukses. Khusunya pada Pobsi, KONI dan juga Community Bilard Pekanbaru (CBP) yang telah menurunkan atlit ikut meramaikan turnamen.

“Yang pasti kita harapkan turnamen seperti ini bisa terus dilaksanakan demi membesarkan atlit dan olahraga biliar kedepan. Khususnya atlit Kota Payakumbuh,” harapnya.

Sementara Ketua harian POBSI kota Payakumbuh, Ade Vianora merharapkan turnamen ini bisa terus dilaksanakan kedepan, apa lagi turnamen ini sangat bagus untuk terus melatih kemampuan atlit dalam bertanding. Sehingga turnamen ini tidak hanya sebagai kegiatan seremonial tapi juga sebagai kegiatan mengejar prestasi. Khususnya juga menjadi ajang silaturahmi antar sesama atlit dan pencinta biliar.

“Sebagai induk organisasi kita akan selalu mendukung kegiatan seperti ini. Karena dengan adanya turnamen ini banyak dampak positif yang diambil salah satunya membangun silaturahmi atar sesama ini,” ujarnya.

Selain itu, turnamen ini juga sebagai ajang pertandingan yang mampu mengatasi dan mengembalikan image billiar yang selama ini dinilai negatif. “Kita berharap kedepan rumah biliar yang ada di Payakumbuh lainya bisa terus menyelenggarakan kegiatan seperti ini demi menunjukan jika biliar itu merupakan salah satu olahraga yang mampu memberikan prestasi bagi pencinta biliar,” tuturnya.

Laporan : Ndre BCP

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru