oleh

Terkait Soal Judi Gelper di Pekanbaru, Wasek Badko HMI Riau Kepri Mendukung Tindakan Wagubri

Pekanbaru, Detaksatu: Tindakan Wakil Gubernur Riau Edy Nasution sudah tepat, untuk menertibkan Pekanbaru dari hal- hal yang berbau judi. Karena judi melanggar hukum dan juga dilarang Agama, kata Ali Tondi Halomoan Hasibuan, Selasa (14/1/2020),

Menurut Wakil Sekretaris Umum PAO Badan koordinasi Himpunan Mahasiswa Islam Riau Kepri (BADKO HMI) Gelanggang Permainan (Gelper) adalah salah satu penghancur generasi masa depan.

“Didalam internal BADKO HMI Riau Kepri, kasus Gelper ini sudah menjadi pembahasan yang alot”, ujar Ali Tondi (Wasekum PAO).

Gelper memang sudah mendapatkan izin dari Walikota Pekanbaru, namun akhir-akhir ini sudah mengarah kepada hal negatif, yaitu perjudian dan aktivitas nya beroperasi hampir 24 jam dan menimbulkan keresahan di masyarakat Pekanbaru.

“Ini sudah sangat meresakan masyarakat banyak, Walikota Pekanbaru harus mencabut izin Gelper tersebut ” tambah Ali.

Jika Walikota Pekanbaru baru masih kesulitan dalam mencari bukti tentang Gelper yang sudah terindikasi perjudian dan hal – hal negatif lainnya, BADKO HMI Riau Kepri, siap untuk membantu untuk mengusut tuntas kasus Gelper ini.

“Demi untuk kemaslahatan rakyat dan Menuju Pekanbaru kota Smart City Madani, kami siap terjun langsung untuk memberantas kasus ini”, tutup Wasekum PAO BADKO Riau Kepri.

Sebelumnya, di beritakan disalah satu media online, maraknya judi berkedok gelanggang permainan (Gelper) dan warung internet (warnet) yang buka hingga subuh, ternyata sudah meresahkan masyarakat di Kota Pekanbaru, Riau. Seharusnya ini menjadi perhatian Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru yang mengeluarkan izin dan Satpol PP Pekanbaru dalam menegakkan Perda (peraturan daerah).

Melihat situasi ini Wakil Gubernur Riau (Wagubri), Edy Nasution geram. Orang nomor dua Riau itu, kembali menunjukkan komitmen menjadikan Riau bersih dari segala penyakit sosial masyarakat yang belakangan marak terjadi.

“Kan tidak mungkin Kapolda Riau harus turun lagi melakukan razia terhadap gelper dan warnet, baru setelah itu ada aksi yang dilakukan oleh Pemko dan Satpol PP Pekanbaru. Bagaimana mewujudkan Kota Madani kalau, masih ada tempat yang ditemukan tidak mencerminkan hal tersebut,” kata Edy Nasution, Senin (12/1/2020).

Dikatakan Edy Nasution, sudah menjadi kewajiban pemangku wilayah melakukan penertiban terhadap gelper dan warnet yang beroperasi di Pekanbaru tak sesuai aturan yang tertuang dalam perda. Apalagi, ada ditemukan masih ada warnet yang buka sampai pagi dan di dalamnya anak-anak remaja yang main game online sampai subuh.

“Adanya gelper yang terindikasi sebagai tempat judi dan warnet yang buka hingga subuh, membuat masyarakat tidak nyaman. Saya pernah mendapati, setelah salat subuh menemukan warnet yang masih buka dan isinya anak-anak remaja yang main game online, apakah ini sudah sesuai dengan aturannya dalam perda,” ungkap mantan Komandan Korem 031/Wirabima.

Padahal, menurut Edy Nasution, sudah sering disampaikan, agar adanya penertiban operasional gelper dan warnet yang ada di Pekanbaru oleh pemerintah kota. Jangan yang di depan mata, justru dibiarkan terjadi.

“Kalau pun meminta bantuan dan dukungan dari pihak Kepolisian, saya rasa Polda Riau sebagai pemangku wilayah hukum di Provinsi Riau siap membantu pemerintah daerah dalam menertibkan gelper dan warnet yang beroperasi tidak sesuai dengan perda yang sudah ada,” jelas Edy Nasution.

Ada sejumlah spot gelper di Pekanbaru: Di Jalan Riau 3 tempat. Kemudian Jalan Cempaka 1 titik. Jalan M. Yamin 1 titik. Jalan Tuanku Tambusai. Ini yang baru terdeteksi. Diluar ini masih banyak lagi beroperasi di kota “Pekanbaru menuju Smart City”.

Laporan : Alvie**

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru