oleh

Sensus Penduduk 2020 #Mencatat Indonesia

Detaksatu : Peningkatan jumlah penduduk Indonesia bertumbuh setiap waktu, laju pertumbuhan penduduk kian melesat , terjadi dengan cepat dari masa ke masa. Bahkan, Indonesia akan segera memasuki era baru yang dimulai pada tahun 2020 mendatang, merasakan proses transisi demografi yang sangat menguntungkan yakni terjadinya bonus demografi dengan meningkatnya jumlah penduduk, terutama penduduk usia produkif (15-64 tahun) yang jauh lebih besar pertambahannya dibanding jumlah penduduk usia non-produktif (di bawah 15 tahun dan di atas 65 tahun). Secara global, pertambahan penduduk Indonesia terjadi begitu signifikan. Sensus Penduduk yakni cacah jiwa, penghitungan jumlah penduduk oleh Pemerintah dalam jangka waktu tertentu secara serentak. Sensus Penduduk dilaksanakan setiap 10 tahun oleh Badan Pusat Statistik (BPS). Agenda nasional ini tertuang dalam undang-undang nomor 16 tahun 1997 tentang statistik melalui kegiatan Sensus Penduduk (SP). Kegiatan Sensus Penduduk meliputi pengumpulan data yang menjangkau seluruh pedalaman negeri, hingga penyajian data kependudukan meliputi demografi, sosial, ekonomi dan lingkungan hidup yang dapat dipergunakan untuk berbagai keperluan perencanaan kebijakan pembangunan.

Data kependudukan yang akurat tentunya akan menjadi data dasar yang sangat penting untuk perumusan kebijakan pembangunan yang tepat sasaran. Hal ini sejalan serta didukung dengan petikan pidato presiden pada Sidang Tahunan MPR/DPR/DPRD RI pada 16 Agustus 2019 yang menyatakan bahwa “Data adalah Jenis Kekayaan Baru Bangsa Kita. Kini data lebih berharga dari minyak. Oleh karena itu, kedaulatan data harus diwujudkan.”

BPS telah mencatat penduduk Indonesia melalui kegiatan SP sebanyak enam kali, yakni pada tahun 1961, 1971, 1980, 1990, 2000, 2010. Dalam kurun enam kali tersebut, jumlah penduduk Indonesia terus mengalami peningkatan. Data penduduk tiap 10 tahunan dari SP tersebut, diperbarui tiap lima tahun sekali melalui Survei Penduduk Anta Sensus (SUPAS).

Perlu diketahui, BPS akan melaksanakan Sensus Penduduk yang ketujuh sejak Indonesia merdeka, yang akan dilaksanakan pada tahun 2020. Sensus Penduduk 2020 (SP2020) bertujuan untuk menyediakan data (memotret) jumlah, komposisi, distribusi dan karakteristik penduduk Indonesia menuju SATU DATA KEPENDUDUKAN Indonesia. Ada yang berbeda dengan pendataan penduduk tahun 2020 dibanding enam kali sesus pada tahun-tahun sebelumnya. Pembaharuan metode pendataan pada SP2020 akan menjadi tonggak sejarah pendataan Sensus Penduduk secara online, dikarenakan hal ini menjadi momen pertama kalinya di Indonesia. Pada SP2020 diterapkannya metode kombinasi pendataan, yakni baik secara pendataan mandiri (pendataan online) melalui website BPS “sensus.bps.go.id” yang dapat diakses pada 15 Februari – 31 Maret 2020 serta dilanjutkan dengan metode pendataan door to door pada Juli 2020.

Perbedaan data kependudukan Indonesia yang selama ini berulang kali terjadi, menjadi titik mula permasalahan pada berbagai aspek dan bidang dalam pengambilan keputusan pembangunan. Oleh karena itu, Satu Data Kependudukan menjadi pintu gerbang titik temu bagi berbagai pengambil keputusan, baik itu pemerintah, praktisi, akademisi, dan pihak terkait lainnya. Kinilah saatnya, Satu Data Kependudukan mulai diwujudkan.

SP2020 merupakan langkah awal menuju satu data kependudukan, untuk penyempurnaan data administrasi kependudukan. Data kependuduan yang dikumpulkan dalam pelaksanaan SP2020 akan terjaga kerahasiannya. Nama serta alamat responden tidak akan dipublikasikan secara detail orang per orang, namun akan dipublikasikan kondisi kependudukan di Indonesia secara agregat, sehingga penduduk tidak perlu khawatir akan keamaanan data.

Sensus Penduduk bukanlah hanya milik BPS, namun milik semua bangsa Indonesia, karena data yang dihasilkan tentunya akan bermanfaat bagi pembangunan bangsa dan dapat dirasakan oleh generasi penerus Indonesia. Mengingat akan pentingnya peran data Sensus Penduduk 2020, diharapkan seluruh masyarakat dapat mengambil sikap, memberikan kontribusi terbaik, baik secara pendataan diri serta keluarga secara online ataupun dapat menerima petugas SP2020 ketika pendataan dor to door.

Masyarakat Indonesia akan menjadi saksi pertumbuhan penduduk yang semakin meningkat, terutama di daerah – daerah perkotaan. Pada tahun 2010, jumlah penduduk Indonesia sebesar 237.641.326 jiwa, penduduk laki-laki sebanyak 119.630.913 jiwa dan perempuan sebanyak 118.010.413 jiwa. Ditelisik lebih lanjut pada tahun 2010 tersebut, terdapat sebanyak 5.538.367 jiwa merupakan penduduk Provinsi Riau dengan komposisi yang bertempat tinggal di daerah perkotaan sebanyak 2.169.529 jiwa (39,17 persen) dan di daerah perdesaan sebanyak 3.368.838 jiwa (60,83 persen). Penduduk laki-laki Provinsi Riau sebanyak 2.853.168 jiwa dan perempuan sebanyak 2.685.199 jiwa, dengan angka seks rasio adalah 106, yang dapat diartikan bahwa terdapat 106 laki-laki untuk setiap 100 perempuan.

Nah, kira-kira berapa ya jumlah penduduk Indonesia dan penduduk Provinsi Riau pada tahun 2020? Mari berartsipasi untuk #MencatatIndonesia melalui Sensus Penduduk 2020.

Sumber : Nelayesiana Bachtiar, SSt, M.M
Statistisi Ahli Muda Badan Pusat Statistik Kota Pekanbaru.

Laporan : Kim PKU

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru