oleh

Diduga Kegiatan Drainase tidak Transparansi Dalam Penggunaan Dana ADD Tahun 2019

Kampar, Detaksatu.com : Kepala desa Kota Lama SS Kecamatan Kampar Kiri Hulu Kabupaten Kampar, diduga tidak Transparansi dalam menggunakan Anggaran Dana Desa Tahun 2019.

Berdasarkan informasi yang didapatkan media ini dilapangan dari warga masyarakat Desa Kota Lama Kecamatan Kampar Kiri Hulu, Bahwa ada kejanggalan yang terjadi dalam penggunaan dana ADD tahun 2019 yang dilakukan oleh kepala desa, baik dari penggunaan anggaran maupun teknis pengkerjaannya dilapangan, Hal ini disampaikan oleh seorang warga yang tak ingin namanya disebutkan,  Selasa (8/10 /2019).

SS, Selaku Kepala Desa Kota Lama, Dalam melaksanakan proyek yang dikerjakan tidak pernah memasang papan nama plang proyek, sehingga terkesan tidak tranparansi baik ke masyarakat, maupun dengan pihak Badan Pengawasan Desa (BPD), seharusnya papan nama plang proyek haruslah dipasang terlebih dahulu sebelum Proyek itu mulai dikerjakan.

“Warga juga menyebutkan, bahwasanya dalam kepemimpinan Kades Kota Lama SS ini, sikap dan tingkah lakunya melampaui batas, semena-mena, dan bahkan menimbulkan kontroversial ditengah masyarakat sendiri sehingga kesan memecah belah masyarakat adat yang berada di desa tersebut”, ungkap warga yang dikonfirmasi media ini.

Diwaktu yang sama Kepala desa Kota Lama SS, ketika dikonfirmasi media ini melalui Via seluler, tidak mau untuk mengangkat hpnya untuk menerangkan mengenai proyek dana ADD yang ia kelola saat ini dan sedang dilaksanakan didesa nya.

Hasil penelusuran dan investigasi detaksatu.com dilapangan, di Desa kota lama, Kecamatan Kampar kiri hulu  ditemukan bahwa penggunaan dana hanya berorientasi pada kegiatannya. Itupun, hasilnya tidak maksimal dan tidak dipertanggung jawabkan secara transparan kepada masyarakat.

Ironisnya, beberapa item pembangunan seperti Dranase jalan desa, hingga kini masih mangkrak tanpa ada Rincian Anggaran Biaya (RAB) yang bisa di pertanggung jawabkan dengan jelas.

“Jadi Plang informasi proyek itu bertujuan agar pelaksanaan setiap proyek dapat berjalan dengan transparan. Dimana keterbukaan atau transparansi ini dimulai sejak Anggaran Desa (DD) atau Anggaran Dana Desa (ADD) dibangunkan supaya masyarakat tahu dari mana anggarannya dan berapa jumlahnya.

Kewajiban memasang Plang papan nama tersebut tertuang dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 54 Tahun 2010 dan Perpres Nomor 70 Tahun 2012. Regulasi ini mengatur setiap pekerjaan bangunan fisik/Non Fisik yang dibiayai negara wajib memasang papan nama proyek.

“Papan nama tersebut di antaranya memuat jenis kegiatan, lokasi proyek, nomor kontrak, waktu pelaksanaan proyek dan nilai kontrak serta jangka waktu atau lama pengerjaan proyek.

Namun dengan tidak terpasangnya Plang papan nama pada sejumlah proyek tersebut bukan hanya bertentang dengan perpres. Tetapi juga tidak sesusai dengan semangat transparansi yang dituangkan pemerintah dalam Undang-undang No.14 Tahun 2008 tentang keterbukaan Informasi Publik.

“Pada pasal 25 Perpres diatur mengenai pengumuman rencana pengadaan barang/jasa pemerintah, melalui pengumuman resmi, dan sebagainya. Ini semakin memperkuat apa yang juga diatur dalam UU nomor 14/2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (UU KIP).

Laporan : Dien Puga

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru