oleh

Hadir Di Pekanbaru, Dewan Pers Taja Workshop Peliputan Pasca Pemilu 2019 di Pekanbaru Riau

Pekanbaru, Detaksatu.com : Dewan Pers menyelenggarakan workshop peiiputan pasca pemilihan legislatif dan pemilihan presiden tahun 2019, Kamis (12/09/2019). Kegiatan Workshop Dewan Pers di Pekanbaru ini mengangkat tema ‘Peliputan Pasca Pemilihan Legislatif dan Pemilihan Presiden Tahun 2019’.

Workshop Dewan Pers dihadiri Pimpinan Organisasi Wartawan PWI, AJI, IJTI , AMSI, SMSI, SPS, PRSSNI dan 50 Pimpinan Media di Provinsi Riau.

Dalam sambutannya, Agung menyampaikan, kegiatan ini bertujuan untuk mengevaluasi liputan pasca pemilihan legislatif dan pemilihan presiden pada April 2019 lalu. Sehingga kedepan mampu untuk lebih baik dalam memberi informasi pilkada.

“Pilpres sudah selesai. Hari ini kita mau perspektifnya akademisi seperti apa sih pilkada dan pemilu, khususnya secara umum dari kacamata kita. Dan kita bisa berdiskusi pada saat ini, sehingga bisa menjadi rujukkan ketika nanti sebentar lagi kita juga akan menghadapi Pilkada yang sangat besar. Dimana tahun 2018, ada sebanyak 71. Kalau tidak salah, Pilkada Provinsi, Kabupaten Kota tahun 2020 lebih dahsyat yakni sebanyak 270. Kita berharap situasi kondusif itu, media punya peran banyak terhadap pileg dan pilpres yanh sudah selesai. Karena itu, saya ucapkan terima kasih kepada media juga memberikan andil sangat besar. Demikian juga halnya aparat pemerintah,, Bawaslu dan KPU,” papar Agung yang juga menjabat sebagai Ketua Komisi Hukum dan Perundang-undangan.

Ada lima tanda bahwa media sukses mengawal pemilu. Yaitu Tanggungjawab pemerintah, legitimasi, partisipasi publik, rekruitmen terbuka dan representatif, pungkas Agung.

Diskusi dalam Workshop juga membahas soal Politik lokal yakni Pilkada dan Pemilu di Provinsi Riau.

Diungkapkan DR Fatmawati pembicara dalam kegiatan Workshop, hasil risetnya mengatakan bahwa media di Riau tidak cukup kritis terhadap pendidikan Politik di Riau.

“Media tidak cukup kritis terhadap pendidikan politik di Riau, misalnya soal informasi dalam mencerdaskan masyarakat”, ujar Dosen UIR ini.

Tak lupa DR Fatmawati menyindir soal pekatnya kabut asap di Provinsi Riau hari ini. Di depan wartawan dan Pimpinan Media, Fatmawati mengibaratkan Kabut Asap di Riau seperti salju. Media di Riau harus bisa mengedukasi masyarakat dalam memilih calon Pemimpin di Riau, agar calon Pemimpin di Riau ke depan dapat memasukkan salah satu program Visi Misi pengentasan kabut asap yang terjadi setiap tahun, ungkap Fatma.

Diskusi Workshop Dewan Pers dipandu DR Syafriadi , SH., MH salah Dosen Mata Kuliah Delik Pers dan kabag Humas Dan Protokoler Universitas Islam Riau (UIR).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru