oleh

DPC LBDH Bersama Pejuang Subuh Pertahankan Tradisi Masak Bubur Asyura

Kateman, Detaksatu.com : Desa Air tawar pengurus Musholla Baiturrahman PENGURUS didesa Air tawar, Pejuang Subuh dan DPC LBDH Kateman mempertahankan Tradisi memasak Bubur asyura, kegiatan tersebut pada hari senin 09 September 2019. Terang Salah satu penjuang subuh Muhktar (46)tahun yang tinggal di RT 27/RW 02 dijalan kasuari didesa air tawar,kepada wartawan Detaksatu.com.

Adapun tradisi memasak bubur asyura masih dilestarikan sebagian masyarakat didesa air tawar,Tradisi ini biasanya dilaksanakan setiap tanggal 10 Muharram atau sering disebut hari asyura. tahun ini hari asyura bertepatan pada Selasa(10/09/2019),”ujarnya.

Hari ini, pengurus mushola Baiturrahman,Pejuang Subuh dan DPC LBDH KATEMAN yang memasak dan membagikan bubur asyura.mereka bahu-membahu menyiapkan bahan dan memasak bubur asyura.

Tradisi memasak dan berbagi bubur asyura setiap tanggal 10 Muharram. Ini harus dipertahankan dan dikembangkan, mengingat ada banyak makna yang terkandung di dalamnya,”jelasnya Muhktar (46)tahun salah satu pengurus mushola Baiturrahman.

Sebelum pembagian bubur asyura, dilaksanakan doa bersama dan tausiyah di Musholla di tempat itu. Setelah itu,para pengurus mushola makan bubur asyura bersama, kemudian membagi-bagikannya kepada masyarakat.

Ada banyak nilai positif dari tradisi berbagi bubur asyura. Diantaranya bernilai ibadah, bubur asyura dibuat secara bergotong- royong sehingga mempererat tali silaturahmi dan antara sesama dan persatuan dan kesatuan antar sesama serta menjadi momen untuk berbagi karena bubur asyura setelah selesai dimasak akan dibagikan kepada masyarakat sekitar,” kata Muhktar.

Tidak diketahui persis sejak kapan memasak bubur asyura dianggap tradisi bagi sebagian umat Islam Kegiatan ini dilaksanakan tepat saat tibanya tanggal 10 Muharram.

Sebagian warga ada yang mengartikan tradisi itu sebagai simbol tolak bala. Makin banyak jenis bahan yang dicampurkan maka dianggap makin bagus,”pungkasnya

Banyak kejadian pada 10 Muharram, di antaranya hari penciptaan alam semesta, hari saat Nabi Nuh diselamatkan dari banjir bandang, hari saat Nabi Musa melintasi laut Merah terbelah ketika dikejar tentara Fir`aun.
Semoga tradisi yang mengandung banyak nilai-nilai islam yang terkandung didalamnya,dan Alhamdulillah,tidak hilang ditelan zaman tradisi ini,”Imbuhnya

Laporan : Ridho Inhil

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru