oleh

Andai Atap Ka’bah Dibuka

Madinah, Detaksatu.com – Ka’bah adalah episentrum. Dia juga rendezvous. Di sana banyak karomah dan kisah penuh rahmah. Maka, kalau ka’bah ditawafi setiap hari, dikunjungi ratusan juta orang setiap tahunnya, itu bukan tanpa sebab dan akibat.

Dulu, ketika manusia masih menjadi penghuni surga, ketika Nabi Adam dan Hawa masih asyik berdua, Allah telah menciptakan bumi, langit, dan antariksa. Di hari penciptaan itu, Allah langsung memuliakan Makkah sebagai daerah yang aman dan pusat iman. Makkah diciptakan bukan hanya sebagai episentrum bumi, tapi juga sekalian alam. Nabi Muhammad bersabda; “Sesungguhnya kota ini, Allah telah memuliakannya pada hari penciptaan langit dan bumi. Ia adalah kota suci dengan dasar kemuliaan yang Allah tetapkan sampai hari Kiamat “

Untuk menguatkan Makkah sebagai pusat segala hal, maka Allah memberikan banyak keutamaan di sana. Salah satu yang paling monumental adalah; kalau di langit Allah membangun Baitul Makmur yang ditawafi para malaikat, maka di bumi Allah memerintahkan malaikat membangun Ka’bah yang kelak akan ditawafi manusia.

“Sesungguhnya bangunan pertama yang dibangun Allah di muka bumi adalah (Ka’bah) yang terletak di Makkah yang penuh berkah. Menjadi petunjuk bagi sekalian alam.” (QS Ali Imran Ayat 96).

Letak Ka’bah sangat persis di bawah Baitul Makmur. Seandainya dijatuhkan batu dari Baitul Makmur maka dia akan langsung menuju inti Ka’bah. Kalau punya kesempatan masuk ke dalam Ka’bah, dan atap Ka’bah serta hijab antariksa dibuka, maka kita langsung bisa melihat Baitul Makmur.

Tawaf manusia di Ka’bah disebutkan meniru amal ibadah malaikat yang mentawafi Baitul Makmur. Bedanya, kalau di Baitul Makmur setiap harinya ada 7.000 malaikat yang masuk dan tak pernah keluar lagi. Sedangkan di Ka’bah, ada tiga juta orang yang mentawafi di musim haji, namun setelah musim haji orangnya berganti dengan jamaah umrah yang tiada henti. Sebagai garansi, karena sejak dibangun Ka’bah memang tak pernah putus ditawafi, maka seandainya manusia tak ada yang tawaf, maka malaikatlah yang mentawafinya.

Lebih super dari itu, Ka’bah adalah super konduktor. Sebagai pusat bumi dan alam semesta, menurut laporan Americana, pusat antariksa Amerika NASA menyebut bahwa energi Ka’bah yang ditawafi telah menstabilkan energi galaksi, terutama bumi.

Apakah energi ini ada kaitannya dengan sebuah batu yang diyakini berasal dari dunia luar alias batu alien? (Bersambung)

Oleh : Saidul Tombang

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru